Biografi Max Arie Wotulo. Max Arie Wotulo lahir di Langowan,
Sulawesi Utara, 5 Agustus 1932; umur 78 tahun adalah seorang
matematikawan dan pecatur Indonesia.
Max mulai mengenal permainan catur pada 1946. Saat itu, kakaknya, A.H.
Wotulo, pulang berlibur dari sekolahnya di Bandung. Ia membawakan hadiah
untuk Max sebuah papan catur dan bidaknya. Sejak itu ia mulai
mempelajari permainan itu dengan bantuan kakaknya dan buku-buku catur.
Pada tahun 1959 ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Nasional,
Jakarta, yang kemudian dilanjutkannya ke Institut Nuklir Boris Kidric
pada tahun 1961-1962 melalui program bea siswa pemerintah Yugoslavia
saat itu. Dari situ ia melanjutkan ke Universitas Beograd dan memperoleh
gelar M.Sc. pada tahun 1964, lalu menyelesaikan program doktornya dalam
ilmu matematika dari univeristas yang sama pada 1973.
Karier
Wotulo memegang gelar Master Internasional catur. Gelar ini diperolehnya
dalam kejuaraan Zone X/ ASia Pasifik di Singapura pada 1970. Ia pernah
mengikuti Olimpiade Catur mewakili Indonesia di Leipzig, Havana, Siegen,
Skopje, dan Buenos Aires dari 1960 hingga 1978. Untuk itu Wotulo
dianugerahi Sertifikat Emas FIDE, organisasi catur internasional.
Sebagai seorang pecatur terkemuka, Wotulo juga menjabat sebagai Wasit
Internasional dan anggota Komisi Ahli FIDE. Pada Kongres FIDE di
Thessaloniki 1984, bersama Dr. Yuri Averbach (tokoh catur Uni Soviet)
dan Toran (Spanyol), Wotulo dikukuhkan sebagai anggota Komisi Juri, yang
bertugas mengawasi kerja para juri internasional.
Kegiatan lain Wotulo adalah menjadi anggota Dewan Kurator ASMI, dosen
tamu di Universitas Nanyang, Singapura dan Sekolah Tinggi Teologi
Manado.
Dengan latar belakang pendidikannya sebagai pakar atom, Wotulo menjabat sebagai ahli reaktor atom Batan.
Selain catur, Wotulo juga menggemari permainan bridge dan sepak bola.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar